The Eyebrow Controversy

Diambil dari stylelist.com
Diambil dari stylelist.com

The two most important arches these days after the yellow arches of McDonald’s.

Mata itu jendela dunia. Pepatah lama ini mungkin perlu diberikan sebuah arti tambahan untuk menjaga relevansinya dengan tren zaman sekarang ini. Why? Karena mata sedang mengalami persaingan sengit dengan dua lengkungan sang pelindung yang bertengger di atasnya: alis mata.

Dulu, mata boleh saja menjadi fitur pemikat Anda pada pandangan pertama, namun kini alis matalah yang menjadi fokus utamanya. Semakin tebal dan lebat, semakin banyak decak kagum yang terlontar dari bibir para kaum hawa. Come for the eyes, stay for the eyebrows.

It hasn’t always been this way. Alis tipis menyerupai kumis Charlie Chaplin sempat tenar di era film bisu, dan masih ingatkah Anda dengan trend “unibrow”-nya Frida Kahlo? Audrey Hepburn membawa angin segar di tahun 60an dengan gaya alis yang lebih natural: tebal dan lurus, bebas dari siksaan pinset. Kemudian Britney Spears tiba di pergantian millennium dengan rombongan pop stars dan baju udelnya untuk mengingatkan kita bahwa “thin eyebrows are back in style”. Dunia kecantikan lalu mengulangi siklus ini kembali dengan memasang Cara Delevigne sebagai poster child untuk “bushy eyebrows” yang masih bertahan sampai sekarang.

Lalu, apa pendapat para pria dengan beauty fad terbaru ini? Banyak komentar lucu yang saya ingat mengenai kontroversi alis mata ini. Mulai dari “Cewek itu cuma bisa keluar rumah kalau alis mata udah ready digambar,” hingga ”Kalau mau tahu pacar lu itu cantik alami atau enggak, liat alis matanya sesudah berenang.” Dengan santainya seorang teman cewek lain lantas berujar, “Bro, ada yang namanya pensil waterproof untuk alis lho!”

Wanita memang makhluk hebat. Kita punya 1.001 cara untuk mensiasati apa yang tidak dikaruniai Tuhan kepada kita. Kurang singset? Itu gunanya korset. Bentuk badan kurang aduhai? Silakan beli push-up bra dan, maaf, bokong prostetik biar bisa tampil seperti Kim Kardashian. Ingin kaki jenjang layaknya model pakaian dalam yang terkenal itu? Heels yang tingginya sudah seperti enggrang mini banyak dijual. Alis mata kurang menyerupai tokoh kartun Sinchan? Kecil perihalnya.

Berbagai trik pun tercipta untuk mengakali folikel rambut alis yang jarang. Wanita yang dulunya doyan mencabut/mencukur alis mereka untuk kemudian digambar, sekarang malah sibuk mencari cara melebatkan alis bak iklan sampo kuda. Cetakan alis dari Korea, maskara untuk kesan alis yang lebih tebal, sulam alis 6D (6 dimensi!), hingga implan rambut kepala ke alis, merupakan beberapa cara aneh nan ajaib yang lagi nge-trend saat ini.

Kalau dipikir-pikir, sebenarnya tren alis mata tebal ini ada sisi positifnya. Wanita tidak perlu lagi berontak (terlalu banyak) untuk melawan hukum alam dengan mengubah-ubah apa yang sudah mereka miliki dari sananya. Rutinitas tiap pagi menjadi semakin ringkas dan tidak memakan begitu banyak waktu. Namun, ada kalanya wanita memang terlalu bersemangat untuk mengikuti tren hingga akhirnya malah salah kaprah.

Contoh yang sering saya lihat adalah para wanita dengan alis dan rambut yang tidak sewarna. Mengesampingkan mereka yang hobi mengecat rambut a la “My Little Pony”, kadang- kadang warna alis yang terlalu gelap atau terang sangat menyolok perhatian ketika dipadankan dengan rambut hitam legam wanita Indonesia. Fitur wajah Asia yang kecil dan elegan menjadi “tertelan” oleh kehadiran alis mata yang terlalu bold. Ada lagi mereka yang memilih untuk mentato alis. Mungkin Anda tidak akan kaget ketika melihat mereka tampil dengan wajah full make-up, namun Anda akan berkata lain ketika Anda terbangun pada jam 3 pagi dan melihat wajah asli mereka tanpa polesan bedak, sedang mengorok pulas di samping Anda.

Mungkin kaum adam perlu sedikit waktu lagi untuk memahami tren kecantikan wanita yang satu ini. Tapi mungkin juga, mereka tidak akan pernah bisa mengerti, dan hanya bisa melihat setiap kemunculan tren terbaru bagi para wanita dengan ekspresi yang sama: kagum yang bercampur konyol.

Untuk Aplaus Magazine, Edisi Juni, 2015

Advertisements

2 thoughts on “The Eyebrow Controversy

    1. Saya juga kadang-kadang bisa geleng-geleng kepala sendiri melihat tren-tren “ajaib” yang lagi in di kalangan para wanita sekarang ini. So… you are not alone. Haha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s