3 Cara Coworking Space Meningkatkan Kualitas Pekerjaan Anda

Photo Credit: Design Helm, Los Angeles
Diambil dari skillcrush.com

Why do we cowork?

Renungkan dilema abad 21 berikut: Anda tak menyukai kultur kerja kantoran yang begitu kaku, namun juga tidak merasa efektif bekerja sebagai freelancer karena minimnya networking untuk berinteraksi dengan pekerja kreatif dari industri lainnya. Lantas, apa yang harus Anda lakukan? Brad Neuberg punya solusinya.

Merasa terkekang dengan rutinitas kerja a la nine-to-five, software engineer asal Paman Sam ini mendirikan tempat kerja komunal pertama di San Fransisco untuk mempertemukan orang dari beragam latar belakang dengan tujuan kolaborasi [1]. 10 tahun kemudian, ada lebih kurang 7.800 tempat serupa yang bermunculan di seluruh dunia dan mempelopori lahirnya tren kerja terbaru bagi para generasi milenial: coworking. [2]

Lupakan #cubiclelife dingin nan membosankan; coworking membebaskan Anda untuk berkarya bersama profesional dari bidang berbeda tanpa dibatasi sekat meja – dengan bonus produktivitas 14.3% lebih tinggi dibandingkan dengan pekerja kantoran biasa [3]. Angka ini sangat signifikan mengingat generasi milenial diprediksi akan menguasai pangsa tenaga kerja dunia sebesar 75% pada tahun 2025, namun hanya 7% dari mereka yang mau bekerja untuk korporasi [4].

Bagaimana budaya coworking sanggup meruntuhkan tahta cubicle yang telah merajai dunia perkantoran sejak tahun 1968? [5]Singkat saja, karena efektif. Berikut cara coworking meningkatkan kualitas pekerjaan Anda – dan Anda sebagai seorang pekerja.

  1. Pekerjaan Anda menjadi berarti lebih

Karena coworking space diisi oleh orang dari beraneka jenis latar belakang, pekerjaan, dan perusahaan, Anda tak perlu susah payah menyesuaikan diri agar terlihat “normal” layaknya di kantor tradisional. Tak ada lagi bos yang harus Anda buat kagum ataupun politik kantor yang mengerogoti hati nurani. Anda bebas melakukan apapun yang diinginkan. Seiring dengan waktu, malahan coworkingakan membantu Anda menemukan “nyawa” dari apa yang Anda tekuni. Ya, bekerja di antara sekumpulan orang dengan kepentingan yang berbeda-beda akan mendorong Anda untuk selalu bertanya kepada diri sendiri: Apa yang membuat pekerjaan saya berbeda dengan orang lain?

Jika Anda kebetulan stuck, Anda hanya perlu meminta bantuan kepada orang di sekeliling Anda. Tiap orang punya keahlian tersendiri yang ditawarkan dalam komunitas coworking. Dondi Hananto, Co-Founder dari Comma di Jakarta, juga menekankan pentingnya peran komunitas. “Komunitas itu segala-galanya. Sebuah coworking space yang baik adalah tempat di mana kolaborasi nyata terjadi di antara para anggotanya.” [6] Kultur coworking memang menjunjung tinggi kebiasaan saling membantu, seperti yang tertera dalamCoworking Manifesto, sebuah dokumen online yang ditandatangani oleh lebih kurang 1.700 coworking spaces, menggarisbawahi prinsip krusial seperti komunitas, kolaborasi, pembelajaran, dan keberlanjutan. [7]

  1. Anda punya kendali ekstra atas pekerjaan

Percaya atau tidak, persoalan yang paling sering mendera para pekerja lepas ketika bekerja di rumah adalah tingkat produktivitas yang terjun bebas. Apa pasal? Meskipun waktu luang tak terbatas serta kebebasan untuk bekerja kapan pun juga terdengar sangat menggiurkan pada awalnya, banyak pekerja lepas yang akhirnya kebablasan berleha-leha karena tidak adanya struktur dalam kehidupan profesional mereka. Coworking menawarkan suatu bentuk rutinitas bagi freelancers agar disiplin bekerja melalui komunitas.

Datang ke kantor (coworking space) bukanlah suatu keharusan lagi, melainkan sebuah keputusan yang Anda ambil dengan senang hati setiap harinya. Lagipula, Anda menikmati pengalaman bekerja bersama member yang sudah Anda anggap seperti keluarga. Keterikatan ini akan membuat Anda berpikir dua kali untuk mengambil “cuti” ketika rasa malas datang menghampiri. Seperti yang dikatakan Aryo Ariotedjo, pemilik Freeware Spaces di Jakarta, “Dalam sebuah coworking space, seorang pekerja start-up dengan tim kecil tak akan merasa kesepian. Atmosfir kekeluargaannya menciptakan rasa kebersamaan yang kuat, terutama mereka yang berada pada tahap serupa dalam membangun bisnis mereka.” [8]

  1. Anda merasa menjadi bagian dari komunitas

Mampu berinteraksi dengan beragam jenis orang adalah alasan utama orang memilih untuk bekerja di coworking space. Oleh karena itu, setiap coworking space memiliki vibe tersendiri demi menarik para peminat, baik dari lingkungan pebisnis, penggiat kreatif, ataustart-up. Misalnya, Bandung Digital Valley, Jogja Digital Valley, dan Jakarta Digital Valley yang didirikan oleh Telkom membidik market para technopreneurs. Sedangkan Ciputra GEPI Incubator (CGI) oleh Ciputra dan Comma lebih mengkhususkan diri dalam memfasilitasi para wirausahawan. Lebih global lagi, ada WeWork, salah satu coworking space tersukses di Amerika Serikat dengan markas di New York City, yang membanderol aspek “me to we” sebagai nilai jual utamanya. [9]

Steve Munroe, Co-Founder dari Hubub, sebuah coworking space di Bali, menyuarakan pendapatnya mengenai tren ini. “Tiapcoworking space memiliki motivasi yang berbeda-beda. Bagi Hubud, kami percaya bahwa manusia adalah makhluk sosial yang bisa mengkreasikan hal-hal yang jauh lebih hebat secara bersama-sama daripada sendiri.” [10] Yang terpenting, coworking tak memaksakan Anda untuk bersosialisasi tatkala Anda hendak menyendiri untuk bekerja. Keuntungan terbesar dari coworking adalah kebebasan penuh bagi Anda untuk memilih gaya bekerja yang efektif, baik dalam bilik pribadi maupun meja umum di mana Anda mampu berbagi ide dengan coworkers lainnya. Riset juga membuktikan bahwa walaupun ada anggota yang kurang sosial, mereka tetap merasakan keterikatan yang kuat dengan komunitas. [11] Disinilah coworking berjaya, karena orang sadar bahwa kemungkinan untuk berinteraksi selalu tersedia setiap saat.

Disadur dari https://hbr.org/2015/05/why-people-thrive-in-coworking-spaces

Untuk blog Clapham Collective (www.clapham.co.id), Januari 2016.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s