Social Media Influencer

10Faces
Diambil dari traackr.com

Revealing the secrets of how Instagram-savvy millenials make their riches today.  

Pemikiran bahwa uang adalah tuhan mampu memantik percakapan secepat api pelalap dedaunan dan ranting kering yang kita sebut hutan di negara tercinta. Jika Anda berani mengiyakan tiga kata tabu tersebut, siap-siap saja dicibir oleh mereka yang hidup benar dan berkelimpahan. Namun, mungkinkah Anda menutup mata terhadap maraknya berita dunia yang kian hedonis? Baik abang beca, pekerja kantoran, ataupun konglomerat tajir dengan kekayaan yang bisa mem-bail out Yunani pun sependapat mengenai pentingnya lembaran kertas magis ini sekarang. Ditambah lagi dengan nilai tukar rupiah yang tengah terjun bebas, tak heran jika banyak orang Indonesia yang akhirnya menuhankan harta secara tidak sadar.

Jika dipikir-pikir, tujuan hidup lama kelamaan pun semakin menyerupai suatu adegan dari komik favorit saat kecil: bermandikan emas dan berlian layaknya Paman Gober. Kemajuan teknologi yang teramat pesat telah mempermudah manusia dalam melakukan segala sesuatu, termasuk memperoleh uang. Dengan bantuan jejaring sosial macam Instagram, kini kita bisa meng-“instan”-kan berbagai proses yang dulunya butuh waktu lama untuk berbuah. Keinginan menjadi populer – sebuah status yang berkaitan erat dengan uang – dapat diwujudkan segampang menekan tombol “post”. Tidak ada lagi istilah membanting tulang dari pagi hingga malam demi sesuap nasi. Why work hard when you can work smart?

Alhasil, anggota tubuh yang aktif bekerja menjadi berkurang drastis: hanya dua ibu jari yang lincah menari di atas layar touchscreen, dioperasikan oleh otak yang senantiasa berada dalam zombie-mode karena terhipnotis sudah oleh stimulasi tanpa henti dari dunia maya. Kita telah diperbudak perlahan-lahan oleh smartphone, terutama oleh baterai dan jaringan wi-fi ataupun operator mobile. Saking parahnya, barangkali insting survival kita akan berevolusi seiring waktu menjadi 1) koneksi internet, 2) air, dan 3) makanan. Jika sudah begitu, apa bedanya teknologi dengan uang? Keduanya cuma menghadirkan ketergantungan belaka bagi manusia. Atau benarkah itu?

Ada satu kaum yang lebih lihai dalam menyikapi perihal kecanduan terhadap sosial media dan teknologi. Alih-alih menjadi korban, para early adopters memanfaatkan “know-how” mereka tentang tren dunia untuk berperan sebagai “The Influencers”. Seorang sosok influencer yang sukses memiliki koneksi seluas jaringan satelit, status sosial eksklusif, serta passion unik yang tetap komersil. Jumlah followers mereka di dunia maya mampu menandingi penggemar boyband tertentu asal Inggris yang tampak sedang kehilangan arah. Apapun yang mereka post di Instagram selalu dihargai ribuan, bahkan jutaan, likes dari fans riil maupun akun spam. Hashtag mereka dinobatkan sebagai trending topic.

Tak berhenti di situ saja, perks seorang influencer juga mencakup keuntungan finansial. Semakin tinggi jumlah followers Anda, semakin banyak barang gratisan dan tawaran iklan yang menghampiri. Satu trik marketing yang paling gencar beredar belakangan adalah promosi a la endorsement. Dengan cuma mengunggah sebuah foto, Anda sudah bisa mengantongi uang ratusan ribu sampai jutaan rupiah. Jika ingin pemasukan yang lebih banyak lagi, jual kembali freebies yang telah diberikan pada Anda untuk endorsement. Manusia mana yang tidak tergiur dengan prospek bisnis yang begitu menjanjikan? Inilah cara para influencers mengeskploitasi sisi gelap dari fenomena internet addiction menjadi mata pencaharian mereka.

Siapapun tidak luput dari godaan endorsement ini. Artis Hollywood kelas B dan reality stars abal-abalan – mereka yang tidak tenar-tenar amat namun butuh modal ekstra ketika musim job sedang dingin – hingga keluarga besar Kardashian-Jenner telah mempromosikan produk penjanji “tinggi-langsing-cantik” dan alat pemutih gigi. Faktanya, semua personel wanita dari salah satu keluarga paling terkenal asal Paman Sam ini telah mendulang jutaan dolar hanya dari proyek endorsement. Berkat online presence yang begitu kuat, Kourtney, Khloe, Kim, Kendall, dan Kylie kini telah memiliki aplikasi lifestyle tersendiri untuk memuaskan dahaga para pengagum yang ingin melacak kegiatan mereka sehari-hari.

Gelisah melihat pamor para influencers yang kian melejit, para followers pun tak mau kalah unjuk gigi. Berbekalkan smartphone ataupun kamera berlensa puluhan pixel, mereka rajin menghasilkan foto-foto profesional bak advertorial majalah lifestyle ternama. Ilmu flatlay, pose candid, serta angle selfie terbaik telah mereka pelajari secara seksama ketika nge-stalking para influencers favorit selama berjam-jam. Hasilnya: pose candid yang terlatih (tanpa ada senyum palsu yang terdeteksi) dengan ekspresi wajah yang mampu membuat bangga Tyra Banks. Agar jumlah likes tidak malu-maluin, berbagai jenis hashtag juga disematkan dengan diam-diam di bagian “comment”. Pantang hukumnya jika terlalu terang-terangan mengumbar nafsu likes di Instagram, apalagi sebagai calon “the next Influencer”.

Jika masih belum berhasil juga, ada satu jurus pamungkas yang biasanya dipraktekkan: meng-follow para followers lainnya, lalu menyampah semua foto mereka dengan likes dan komentar “like4like”.  Biasanya, followers yang telah Anda spam dan tahu diri akan berterimakasih dengan melakukan hal serupa untuk Anda. Tapi bagi para newbies yang ingin merasa lebih spesial, mereka akan segera cabut – alias unfollow – begitu mendapatkan apa yang mereka inginkan: likes! Seorang kenalan pernah mengalami hal serupa dan memutuskan untuk cut contact dengan satu “teman” sosialita ketika mengetahui trik yang dipakai oleh si dia. Astaga, ternyata bukan hanya pertemanan di dunia nyata saja yang penuh dengan drama pengkhianatan;  salah pencet tombol di Instagram saja bisa memutuskan tali persahabatan, lho!

Harga likes dan followers yang begitu mahal juga memancing lahirnya satu bisnis baru lagi: berjualan followers. Berdasarkan informasi dari salah satu vendor popular yang bergelut di bidang ini, Anda mampu menambah jumlah followers sebanyak 500 buah hanya dengan membayar Rp 40.000 saja. Bila Anda ingin tampil lebih meyakinkan lagi, ada paket yang menjanjikan 20.000 tambahan followers baru dengan harga Rp 580.000. Jenis paket yang ditawarkan pun beragam, mulai dari akun aktif yang akan meng-follow dan meng-like gambar Anda untuk periode waktu tertentu hingga akun dummy yang mampu menaikkan jumlah followers saja.

Para calon influencers yang sudah putus asa biasanya menggantungkan harapan terakhir mereka kepada vendor berikut. Oleh karena itu, mereka tak akan langsung memasang harga selangit ketika tawaran endorsement akhirnya datang memanggil. Bagi para newbies lokal dengan jumlah followers yang masih sedikit (<5.000), ada yang rela meng-endorse-kan barang Anda secara gratis karena mereka perlu mempertebal portofolio mereka terdahulu. Untuk yang hendak menyewa jasa Influencers tingkat menengah (30.000 – 50.000 followers), silahkan rogoh kocek sebesar Rp 250.000 – Rp 500.000. Influencers dengan total followers di atas ratusan ribu bisa meminta bayaran di atas 7 digit rupiah. Silakan hitung sendiri biayanya apabila Anda tertarik untuk meminjam pengaruh Influencers yang diikuti berjuta umat dunia maya.

Ya, hidup seorang Influencer memanglah terdengar sangat menyenangkan. Jam kerja yang bebas, beban kerja yang lumayan ringan, dengan bayaran yang di atas rata-rata pula terkadang membuat rutinitas kerja nine-to-five kita tampak konyol. Tapi Anda tak lantas harus berkecil hati jika tidak memiliki panggilan hidup yang sama. Sebaliknya, Anda harus bersyukur mampu memperkaya diri melalui interaksi sosial secara langsung. Pembelajaran hidup seperti ini tak mungkin Anda dapatkan jika bersembunyi di balik layar smartphone Anda. Dan percayalah, inilah warisan sebenarnya untuk anak cucu Anda nantinya, bukan jutaan followers yang bisa Anda hibahkan secara cuma-cuma – setidaknya selama takhta Instagram belum dijungkirkan oleh jejaring sosial lainnya di masa depan.

Untuk Aplaus Magazine, Edisi Januari, 2016.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s