Eat to Live Forever

Diambil dari forksoverknives.com
Diambil dari forksoverknives.com

Finding the elixir of life in food.

Tinggal dua bulan lagi dan tahun 2016 akan resmi ditutup dengan kata “adieu”. Bagi generasi Y/ Milenial yang gemar berencana jauh-jauh hari sebelumnya, bulan November merupakan momen yang pas untuk memulai daftar resolusi tahun depan. Dan untuk tahun 2017, sepertinya resolusi nomor satu masih tak akan jauh-jauh dari tagar #diet, #gym, dan #healthyeating.

Namun, alih-alih hanya mengharapkan bodi yang lebih singset/ sehat, seorang ilmuwan komputer asal Amerika Serikat sedang berusaha meyakinkan khalayak banyak untuk berpikir lebih jauh lagi soal resolusi hidup mereka, dan itu adalah untuk hidup selamanya – setidaknya melebihi umur 100 tahun. Jika dipikir-pikir, bukankah tujuan akhir kita menjadi sangat sehat adalah untuk hidup lebih lama – jika bukan selamanya?

Diambil dari kurzweilai.net
Diambil dari kurzweilai.net

Ray Kurzweil, sang lulusan MIT/ insinyur Google, memprediksikan bahwa manusia akan mampu hidup selamanya dimulai dari tahun 2029 berkat kemajuan teknologi kesehatan, seperti teknologi nano dan kecerdasan buatan. Demi mempersiapkan fisiknya agar tetap fit hingga tahun 2029, pria 68 tahun ini juga telah menyusun diet khusus yang diklaimnya merupakan rahasia menjadi seorang immortal.

Contohnya, menu sarapan si penulis buku Fantastic Voyage: Live Long Enough to Live Forever ini adalah sebagai berikut: buah raspberry dan blackberry segar, ikan salmon asap, ikan mackerel asap, dark chocolate, susu kacang kedelai, oatmeal/ bubur, teh hijau – kaya akan lemak dan karbohidrat sehat. Cukup normal, bukan? Namun, Ray juga menelan sekitar 100 biji suplemen bernilai ribuan dolar untuk melengkapi dietnya sehari-hari.

Jika Anda tak punya budget ±USD 1 juta/ tahun untuk suplemen saja, Anda masih bisa mengikuti diet a la Ray untuk hidup lebih lama. Faktanya, para manusia tertua di dunia versi Guinness World Records juga tak pernah tercatat memiliki diet yang teramat “ajaib” untuk dapat hidup melebihi angka 100 tahun, apalagi yang mencakup ratusan suplemen/ hari.

Diambil dari japantimes.co.jp
Diambil dari japantimes.co.jp

Sebaliknya, diet mereka boleh dibilang teramat tradisional. Ditanyai tentang rahasia panjang umurnya, Emma Morano, manusia tertua di dunia asal Italia di umur 116 tahun dan 298 hari, menyatakan bahwa ia tak pernah memakai obat-obatan terlarang, serta selalu menyantap 3 telur mentah setiap hari dan minum segelas brandy. Ia juga tak pernah menikah.

Diambil dari imgur.com
Diambil dari imgur.com

Kemudian ada Misao Okawa dari Jepang yang meninggal di usia 117 tahun tahun lalu. Ketika berumur 102 tahun, ia masih sempat melakukan leg squats setiap hari sebelum akhirnya terpaksa menggunakan kursi roda 8 tahun kemudian karena tak mampu berjalan lagi. Misao makan 3 kali sehari, terutama makanan favoritnya, sushi ikan mackerel, serta tidur 8 jam tiap malam.

Faktor gaya hidup serta genetik bisa jadi berperan besar, tapi diet punya andil sekitar 30% akan seberapa panjang Anda dapat hidup di planet biru ini, menurut para ilmuwan. Apabila Anda terlahir sebagai perempuan, Anda juga punya peluang lebih besar merayakan ulang tahun ke-100 karena 85% centenarian (orang berumur 100 tahun ke atas) adalah perempuan.

Rahasia Hidup (Nyaris) Selamanya

Diambil dari travel67.com
Diambil dari travel67.com
Diambil dari minoritynomad.com
Diambil dari minoritynomad.com

Provinsi Okinawa di Jepang bagian selatan punya reputasi sebagai tempat bermukimnya kelompok centenarian tertua dan terbanyak di seluruh dunia. Di gugusan kepulauan mirip Hawaii ini, kaum Hawa punya angka harapan hidup hingga 90 tahun, sedangkan pria di angka 86 tahun. Rahasianya? Kentang manis khas Okinawa – salah satu makanan paling sehat di dunia –yang kaya akan flavonoid dan carotenoid (antioksidan), serat, vitamin C, serta karbohidrat pati.

Diambil dari dimshum.files.wordpress.com
Diambil dari dimshum.files.wordpress.com

Selain kentang manis, diet sehari-hari mereka terdiri atas ikan (sedikitnya 3 porsi/ minggu), cumi-cumi dan sotong (kaya zat taurine; baik untuk menurunkan kolesterol), rumput laut lokal bernama mozoku, tofu (kaya flavonoid), sayur-sayuran macam labu pahit bernama goya yang mampu menurunkan gula darah, nasi merah, telur, sedikit susu, serta daging babi yang biasanya mereka rebus terlebih dahulu selama berhari-hari sehingga lemaknya terlepas dan kemudian dibuang, menghasilkan daging kaya kolagen.

Dalam buku The Okinawa Program, Dr. Craig Willcox, seorang ahli gerontologi (ilmu penuaan) yang telah menghabiskan waktu bertahun-tahun menyelidiki diet masyarakat Okinawa, menyarankan kita untuk mengadopsi diet seorganik mungkin. Semakin rendah posisi bahan makanan Anda dalam piramida makanan, semakin tinggi gizi yang diserap oleh tubuh Anda. Ingat aturan pertama soal pembagian energi dalam piramida makanan: hanya 10% jumlah energi yang ditransfer ke level berikutnya, dimulai dari produsen makanan hingga konsumen puncak.

Orang Okinawa juga merupakan satu-satunya kelompok masyarakat di dunia yang mengikuti ajaran Confucius soal bersantap, yaitu hara hachi bun me. Ajaran ini menganjurkan kita untuk berhenti makan ketika sudah merasa 80% kenyang. Alhasil, mereka pun hanya mengonsumsi sekitar 1.800-1.900 kalori/ hari – salah satu faktor yang dirumorkan sebagai kunci panjang mereka.

Diambil dari news.nationalgeography.com
Diambil dari news.nationalgeography.com

Nyaris 10.000 km ke arah barat dari Okinawa, ada sebuah pulau bernama Ikaria di Yunani yang cukup terisolasi dari dunia luar, namun mendapat julukan mengagumkan sebagai “the island where people forget to die.” Soalnya, satu dari tiga orang di Ikaria mampu hidup lebih dari 90 tahun, jarang terkena penyakit pikun, kanker, atau jantung, dan hampir semuanya masih aktif secara seksual hingga akhir hayat mereka.

Diambil dari npr.org
Diambil dari npr.org

Tapi, diet mereka cukup berkebalikan dengan masyarakat Okinawa yang 80% terdiri dari karbohidrat. Masyarakat Ikaria lebih senang makan sayur-sayuran macam kentang manis, selada, dan arugula, kacang-kacangan, keju dan yogurt dari susu kambing, minyak zaitun, serta cenderung mengurangi daging merah.

Untuk protein daging, mereka menyukai ikan dan daging kambing yang dinikmati bersama segelas teh herbal kaya antioksidan, seperti yang terbuat dari daun mint, rosemary, marjoram, sage, dan dandelion, atau anggur merah. Namun, ada sebuah kartu as yang disimpan masyarakat Ikaria dalam bentuk biji-bijian berwarna coklat untuk menangkal penyakit jantung.

Para ahli jantung di University of Athens yang dipimpin oleh Dr. Christodoulos Stefanadis dan Dr. Gerasimos Siasos, mempublikasikan studi mereka dalam jurnal Vascular Medicine di tahun 2013 tentang pengaruh kopi Yunani terhadap kesehatan jantung orang Ikaria. Riset tersebut menyatakan jika fungsi otot endothelium pada orang berusia lanjut menjadi meningkat berkat konsumsi kopi Yunani secara rutin. Pasalnya, 90% orang Ikaria menyesap seduhan hitam kental ini setiap harinya.

Jika dibandingkan, diet orang Okinawa dan Ikaria cukup berbeda, namun persamaannya tetap ada, yaitu mengonsumsi bahan makanan segar, baik dari sayur-sayuran hingga daging dan seafood. Di Indonesia, tidak susah untuk mengadopsi diet demikian. Kurangi saja kunjungan mingguan ke restoran cepat saji setempat. Namun, tak bisa disangkal juga jika tinggal di daerah yang masih dekat dengan alam dengan gaya hidup santai amat mengurangi stress – penyebab utama dari mayoritas penyakit/ pemendek umur paling jitu.

Ya, siapa yang sanggup merasa stress apabila sanggup melihat birunya laut setiap harinya, sambil menyantap hasil alam terbaik?

Untuk Aplaus Magazine, Edisi November, 2016.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s